JENEWA, (PRLM).- Large Hadron Collider (LHC) merupakan instrumen kuat untuk menabrak proton. Meskipun dalam ukuran menit, partikel-partikel subatomik memiliki kekuatan besar karena bergerak mendekati kecepatan cahaya melalui terowongan melingkar sepanjang 27 kilometer yang berada di bawah tanah. Jika partikel ini menyimpang sedikit, dapat menyebabkan kerusakan serius pada pemercepat itu sendiri.
Untuk itulah mengapa para ilmuwan harus mengantisipasi pergerakan partikel-partikel tak terduga ini. Fisikawan EPFL Leonid Rivkin dan Igor Zacharov telah mengembangkan sebuah proyek yang memungkinkan siapapun termasuk anda untuk berkontribusi dalam tantangan ini, seperti dipublikasikan dalam siaran pers CERN yang dikutip laman Physorg.com, Senin (24/10).
Memprediksi gerak proton membutuhkan daya komputasi yang besar. Para ilmuwan telah sering mensimulasikan tabrakan-tabrakan pada proton. Secara khusus, mereka dapat memperhitungkan cacat sedikit pun sampai sepersekian milimeter pada 1.232 magnet, yang masing-masing seberat 35 ton. Tantangan tersebut sejauh ini telah berhasil diatasi, karena untuk saat ini tidak ada proton yang menyimpang memecahkan dinding akselerator.
Namun, magnet kuat harus dipasang pada tahun 2020 untuk mengurangi ukuran berkas partikel, dalam rangka meningkatkan ketepatan tumbukan. Dari sudut pandang simulasi, ini adalah sebuah mesin baru. Untuk itulah Igor Zacharov telah menghidupkan kembali program LHC@Home.
Dengan menginstal perangkat lunak sederhana yang berjalan pada sistem operasi Windows, MacOS, atau Linux, siapa pun dapat berkontribusi untuk pengolahan kapasitas pada komputernya.Proyek SixTrack ini, akan berfungsi untuk mencegah proton menabrak dinding LHC pada dekade berikutnya
menuju ke sumber www.pikiran-rakyat.com
Senin, 05 Desember 2011
Jurang di Asteroid Vesta (dalam lingkaran merah)
NASA
Jurang di Asteroid Vesta (dalam lingkaran merah)
Wahana antariksa Dawn yang diluncurkan oleh NASA pada 27 September 2007 berhasil menguak misteri asteroid Vesta, salah satu asteroid terbesar di tata surya dengan diameter 515 km.
Setelah berhasil menguak adanya gunung setinggi 24 kilometer di kutub selatan Vesta yang lalu dinobatkan sebagai gunung kedua tertinggi di tata surya, kini wahana tersebut menguak adanya jurang dalam di asteroid itu.
Jurang ini begitu dalam sehingga jika diukur dari permukaan terendah ke tertinggi, kedalamannya adalah 2,5 kali tinggi Gunung Everest, atau sekitar 20 km.
Analisis NASA menunjukkan bahwa jurang tersebut mungkin tercipta karena adanya tanah longsor. Karena gravitasi Vesta sangat kecil, hanya 2 persen dari Bumi, maka diduga longsor itu terjadi secara perlahan.
Waktu terjadinya longsor yang mengakibatkan jurang di asteroid Vesta belum diketahui secara pasti. Namun, membandingkan dengan kawah-kawah di sekitar jurang, kemungkinan jurang ini sudah tua.
Penemuan jurang ini adalah salah satu penemuan Dawn yang mengagumkan. Bulan lalu, wahana Dawn juga berhasil menemukan adanya gunung setinggi 24 kilometer, dan menjadi gunung tertinggi kedua di tata surya.
Wahana Dawn sudah membuntuti Vesta selama 4 tahun. Tahun depan, misi Dawn mempelajari Vesta akan berakhir. Mulai tahun depan, wahana Dawn akan mempelajari Ceres.
source: google
Jurang di Asteroid Vesta (dalam lingkaran merah)
Wahana antariksa Dawn yang diluncurkan oleh NASA pada 27 September 2007 berhasil menguak misteri asteroid Vesta, salah satu asteroid terbesar di tata surya dengan diameter 515 km.
Setelah berhasil menguak adanya gunung setinggi 24 kilometer di kutub selatan Vesta yang lalu dinobatkan sebagai gunung kedua tertinggi di tata surya, kini wahana tersebut menguak adanya jurang dalam di asteroid itu.
Jurang ini begitu dalam sehingga jika diukur dari permukaan terendah ke tertinggi, kedalamannya adalah 2,5 kali tinggi Gunung Everest, atau sekitar 20 km.
Analisis NASA menunjukkan bahwa jurang tersebut mungkin tercipta karena adanya tanah longsor. Karena gravitasi Vesta sangat kecil, hanya 2 persen dari Bumi, maka diduga longsor itu terjadi secara perlahan.
Waktu terjadinya longsor yang mengakibatkan jurang di asteroid Vesta belum diketahui secara pasti. Namun, membandingkan dengan kawah-kawah di sekitar jurang, kemungkinan jurang ini sudah tua.
Penemuan jurang ini adalah salah satu penemuan Dawn yang mengagumkan. Bulan lalu, wahana Dawn juga berhasil menemukan adanya gunung setinggi 24 kilometer, dan menjadi gunung tertinggi kedua di tata surya.
Wahana Dawn sudah membuntuti Vesta selama 4 tahun. Tahun depan, misi Dawn mempelajari Vesta akan berakhir. Mulai tahun depan, wahana Dawn akan mempelajari Ceres.
source: google
Label:
Astronomy
Tanah Asal Peradaban Kuno adalah Asia Tenggara
Hampir semua tulisan tentang sejarah peradaban menempatkan Asia Tenggara sebagai kawasan ‘pinggiran’. Kawasan yang kebudayaannya dapat subur berkembang hanya karena imbas migrasi manusia atau riak-riak difusi budaya dari pusat-pusat peradaban lain, baik yang berpusat di Mesir, Cina, maupun India.
Stephen Oppenheimer berpendapat lain. Dokter ahli genetik yang belajar banyak tentang sejarah peradaban ini malah melihat kawasan Asia Tenggara sebagai tempat cikal bakal peradaban kuno berasal. Munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Oppenheimer. Didukung oleh data yang diramu dari hasil kajian arkeologi, etnografi, linguistik, geologi, maupun genetika.
Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih Bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Paparan Sunda. Namun ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.
Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang. Yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan. Paparan Sunda malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan. Bagi Oppenheimer, kisah ‘Banjir Nuh’ atau ‘Benua Atlantis yang hilang’ tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini. Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional.
Ketika banjir melanda, terjadi diaspora para penghuni kawasan ini. Mereka menyebar ke Barat hingga India dan Mesopotamia, ke Timur lalu menghuni Kepulauan Pasifik, dan ke Utara sampai ke Cina dan Jepang bahkan terus menyeberang ke Amerika lewat Selat Bering. Menurut Oppenheimer, diaspora ini cocok dengan rekonstruksi linguistik terbaru versi Johanna Nichols yang menyatakan bahwa Asia Tenggara sebagai pusat persebaran bahasa-bahasa dunia setelah akhir zaman Es. Ini tentu saja amat bertentangan dengan teori yang umum dianut, yang meletakkan tempat asal bahasa-bahasa Asia Timur (Tibeto-Burma, Tai-Kadai, Austroasiatik dan Austronesia) di timur Himalaya, tempat sungai-sungai besar di daratan Asia berhulu. Namun, Oppenheimer juga merujuk sintesis dari empat pakar arkeologi yang meyakini bahwa kawasan ex- Paparan Sunda adalah pusat diaspora manusia pada akhir zaman Es.
Petunjuk genetika pun membuktikan bahwa penduduk Asia Tenggara sudah menghuni kawasan ini paling tidak sejak akhir Kala Pleistosen, dan tidak banyak mendapat aliran gen baru dari daratan Asia. Oppenheimer yakin, ‘Orang Asli’ yang kini bermukim di Semenanjung Malaya adalah sisa penduduk asli Paparan Sunda yang ‘tetap tinggal di rumah’ ketika keluarga lainnya migrasi. Artinya, migrasi terjadi dari kawasan Kepulauan Asia Tenggara ke Daratan Asia, dan bukan sebaliknya. Jadi, migrasi penutur bahasa Austronesia pun bukan dari Cina Selatan-Taiwan ke Kepulauan Filipina-Indonesia lalu ke Pasifik dan Madagaskar seperti yang disintesiskan oleh ahli bahasa Robert Blust maupun ahli arkeologi Peter Bellwood. Justru dari Kepulauan Indonesia-lah, para penutur Austronesia berasal.
Bagi Oppenheimer, orang Sumeria yang menjadi peletak dasar peradaban di Mesopotamia adalah orang Asia Tenggara. Kesamaan benda-benda Neolitik yang muncul di Asia Tenggara dan Mesopotamia sekitar 7.500 tahun lalu menjadi salah satu bukti. Ciri fisik orang Sumeria yang bermuka lebar (brachycepalis) dan wajah tipikal ‘orientalis’ patung-patung wanita Sumeria bisa jadi bukti lainnya. Malahan, tokoh legenda Uthnapishtim, yang dalam wiracarita Gilgamesh dan daftar raja-raja Sumeria disebut sebagai satu-satunya orang yang selamat dari banjir besar, sehingga dianggap prototipe ‘Nabi Nuh’, tidak lain adalah personifikasi migran dari Asia Tenggara. Dalam legenda Babilonia, kedatangan migran Asia Tenggara direkam dalam kisah tujuh orang bijak yang datang dari laut (Timur) membawa berbagai keterampilan dan pengetahuan baru. Kisah seperti ini juga terdapat di Hindukush (pusat peradaban Indus kuno) dan dimuat dalam Buku Kematian Mesir kuno. Sementara itu, dalam berbagai varian, legenda ini masih tersebar luas di Kepulauan Nusantara hingga Pasifik.
Oppenheimer tidak berhenti sampai di situ. Ia mengungkapkan bahwa kisah bertema penciptaan Adam-Hawa hingga sengketa Kaen-Habel ternyata tersebar luas di Asia dan Pasifik. Di New Zealand, orang Maori menyebut wanita pertama sebagai ‘Eevee’. Dalam berbagai mitos di kawasan ini, manusia pertama dikisahkan dibuat dari lempung merah. Kisah sengketa dua saudara kandung juga populer di Papua Nugini dengan tokoh bernama Kullabop dan Manup. Karena itu, Oppenheimer yakin kisah Kejadian Dunia (Genesis) aslinya berasal dari Asia Tenggara, sehingga ia menganggap Asia Tenggara sebagai ‘Taman Firdaus’ (Eden in the East).
Teori hiper-difusionisme pun disusun dari paralelisme data arkeologi, organisasi sosial, religi, dan ciri etnografi lain yang terdapat di berbagai penjuru dunia (Trigger, 1989). Kalau dalam cara meyakinkan pembacanya, karya Oppenheimer ini mirip dengan karya-karya Eric von Daniken, yang menganggap peradaban manusia di bumi ini sebagai hasil transfer iptek dari mahluk angkasa luar !
Seperti von Daniken, Oppenheimer juga menggunakan penggalan-penggalan data arkeologi yang diramu dengan beragam hasil kajian ilmiah bidang lainnya. Gaya penyajiannya yang ilmiah populer membuat buku ini enak dibaca. Karya seperti ini dikenal sebagai pseudo-archaeology.
Membaca buku Oppenheimer memang mengasyikkan, khususnya bagi mereka yang berwawasan ‘posmo’. Nuansa dekonstruksi yang kuat dalam buku ini bisa membuat mereka sulit berhenti membaca. Hampir di tiap bagian ada kontroversi, yang kemudian dipecahkan dengan cerdik.. Apalagi, data yang dipakai amat mutakhir, termasuk data paling baru yang dikumpulkan si penulis sendiri saat ia praktek sebagai dokter di desa-desa terpencil Asia Tenggara dan Papua Nugini
Stephen Oppenheimer berpendapat lain. Dokter ahli genetik yang belajar banyak tentang sejarah peradaban ini malah melihat kawasan Asia Tenggara sebagai tempat cikal bakal peradaban kuno berasal. Munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Oppenheimer. Didukung oleh data yang diramu dari hasil kajian arkeologi, etnografi, linguistik, geologi, maupun genetika.
Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih Bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Paparan Sunda. Namun ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.
Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang. Yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan. Paparan Sunda malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan. Bagi Oppenheimer, kisah ‘Banjir Nuh’ atau ‘Benua Atlantis yang hilang’ tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini. Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional.
Ketika banjir melanda, terjadi diaspora para penghuni kawasan ini. Mereka menyebar ke Barat hingga India dan Mesopotamia, ke Timur lalu menghuni Kepulauan Pasifik, dan ke Utara sampai ke Cina dan Jepang bahkan terus menyeberang ke Amerika lewat Selat Bering. Menurut Oppenheimer, diaspora ini cocok dengan rekonstruksi linguistik terbaru versi Johanna Nichols yang menyatakan bahwa Asia Tenggara sebagai pusat persebaran bahasa-bahasa dunia setelah akhir zaman Es. Ini tentu saja amat bertentangan dengan teori yang umum dianut, yang meletakkan tempat asal bahasa-bahasa Asia Timur (Tibeto-Burma, Tai-Kadai, Austroasiatik dan Austronesia) di timur Himalaya, tempat sungai-sungai besar di daratan Asia berhulu. Namun, Oppenheimer juga merujuk sintesis dari empat pakar arkeologi yang meyakini bahwa kawasan ex- Paparan Sunda adalah pusat diaspora manusia pada akhir zaman Es.
Petunjuk genetika pun membuktikan bahwa penduduk Asia Tenggara sudah menghuni kawasan ini paling tidak sejak akhir Kala Pleistosen, dan tidak banyak mendapat aliran gen baru dari daratan Asia. Oppenheimer yakin, ‘Orang Asli’ yang kini bermukim di Semenanjung Malaya adalah sisa penduduk asli Paparan Sunda yang ‘tetap tinggal di rumah’ ketika keluarga lainnya migrasi. Artinya, migrasi terjadi dari kawasan Kepulauan Asia Tenggara ke Daratan Asia, dan bukan sebaliknya. Jadi, migrasi penutur bahasa Austronesia pun bukan dari Cina Selatan-Taiwan ke Kepulauan Filipina-Indonesia lalu ke Pasifik dan Madagaskar seperti yang disintesiskan oleh ahli bahasa Robert Blust maupun ahli arkeologi Peter Bellwood. Justru dari Kepulauan Indonesia-lah, para penutur Austronesia berasal.
Bagi Oppenheimer, orang Sumeria yang menjadi peletak dasar peradaban di Mesopotamia adalah orang Asia Tenggara. Kesamaan benda-benda Neolitik yang muncul di Asia Tenggara dan Mesopotamia sekitar 7.500 tahun lalu menjadi salah satu bukti. Ciri fisik orang Sumeria yang bermuka lebar (brachycepalis) dan wajah tipikal ‘orientalis’ patung-patung wanita Sumeria bisa jadi bukti lainnya. Malahan, tokoh legenda Uthnapishtim, yang dalam wiracarita Gilgamesh dan daftar raja-raja Sumeria disebut sebagai satu-satunya orang yang selamat dari banjir besar, sehingga dianggap prototipe ‘Nabi Nuh’, tidak lain adalah personifikasi migran dari Asia Tenggara. Dalam legenda Babilonia, kedatangan migran Asia Tenggara direkam dalam kisah tujuh orang bijak yang datang dari laut (Timur) membawa berbagai keterampilan dan pengetahuan baru. Kisah seperti ini juga terdapat di Hindukush (pusat peradaban Indus kuno) dan dimuat dalam Buku Kematian Mesir kuno. Sementara itu, dalam berbagai varian, legenda ini masih tersebar luas di Kepulauan Nusantara hingga Pasifik.
Oppenheimer tidak berhenti sampai di situ. Ia mengungkapkan bahwa kisah bertema penciptaan Adam-Hawa hingga sengketa Kaen-Habel ternyata tersebar luas di Asia dan Pasifik. Di New Zealand, orang Maori menyebut wanita pertama sebagai ‘Eevee’. Dalam berbagai mitos di kawasan ini, manusia pertama dikisahkan dibuat dari lempung merah. Kisah sengketa dua saudara kandung juga populer di Papua Nugini dengan tokoh bernama Kullabop dan Manup. Karena itu, Oppenheimer yakin kisah Kejadian Dunia (Genesis) aslinya berasal dari Asia Tenggara, sehingga ia menganggap Asia Tenggara sebagai ‘Taman Firdaus’ (Eden in the East).
Teori hiper-difusionisme pun disusun dari paralelisme data arkeologi, organisasi sosial, religi, dan ciri etnografi lain yang terdapat di berbagai penjuru dunia (Trigger, 1989). Kalau dalam cara meyakinkan pembacanya, karya Oppenheimer ini mirip dengan karya-karya Eric von Daniken, yang menganggap peradaban manusia di bumi ini sebagai hasil transfer iptek dari mahluk angkasa luar !
Seperti von Daniken, Oppenheimer juga menggunakan penggalan-penggalan data arkeologi yang diramu dengan beragam hasil kajian ilmiah bidang lainnya. Gaya penyajiannya yang ilmiah populer membuat buku ini enak dibaca. Karya seperti ini dikenal sebagai pseudo-archaeology.
Membaca buku Oppenheimer memang mengasyikkan, khususnya bagi mereka yang berwawasan ‘posmo’. Nuansa dekonstruksi yang kuat dalam buku ini bisa membuat mereka sulit berhenti membaca. Hampir di tiap bagian ada kontroversi, yang kemudian dipecahkan dengan cerdik.. Apalagi, data yang dipakai amat mutakhir, termasuk data paling baru yang dikumpulkan si penulis sendiri saat ia praktek sebagai dokter di desa-desa terpencil Asia Tenggara dan Papua Nugini
lihat di sumbernya ; http://yasirmaster.blogspot.com/
Label:
Misteri
Ilmuan NASA :Pecahkan Misteri Kosmis 2000 Tahun
Pengamatan inframerah baru dari dua teleskop ruang angkasa NASA telah memecahkan teka-teki yang membingungkan para ahli astronomi China kuno hampir 2.000 tahun yang lalu.
Astronom China mencatat sebuah "guest star" misterius yang muncul di langit malam di AD 185. Peristiwa kosmik kuno, yang digambarkan dalam buku sejarah China "Book of the Later Han," hanya ditentukan oleh para ilmuwan pada tahun 1960 sebagai pengamatan yang pernah tercatat pertama dari supernova. Sekarang pengamatan dari Space Telescope NASA spritzer dan Survei Explorer Medan Wide-Inframerah telah menunjuk bintang yang para astronom China lihat 2.000 tahun yang lalu.
"Saya pikir ini sangat menarik bahwa kita sekarang dapat mengatakan dengan pasti, tetapi kepastian tidak mutlak, bahwa RCW 86 adalah sisa 185 AD," kata Jacco Vink dari Universitas Utrecht di Belanda, yang mempelajari sisa-sisa supernova di 2006.
Supernova itu mudah diamati karena RCW 86 diledakkan di sebuah wilayah yang bebas dari debu ruang dan gas. Ledakan ini memungkinkan untuk perjalanan jauh lebih cepat dan lebih jauh dari yang akan dinyatakan.
"Ini sisa supernova menjadi benar-benar besar, sangat cepat," kata Brian Williams, seorang astronom di North Carolina State University di Raleigh, dan penulis utama studi tersebut. "Ini dua sampai tiga kali lebih besar dari yang kita harapkan untuk sebuah supernova yang meledak disaksikan hampir 2.000 tahun yang lalu. Sekarang, kami telah mampu akhirnya menentukan penyebabnya."
RCW 86 terletak sekitar 8.000 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan supernova Type1a yang dipicu oleh kematian dari sebuah bintang kerdil putih.
"Sebuah bintang kerdil putih seperti bara asap rokok yang terbakar habis," kata Williams. "Jika Anda menuangkan bensin di atasnya, itu akan meledak."
Data dari Teleskop spritzer dan WISE mampu membersihkan misteri mengapa supernova itu begitu besar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bintang kerdil putih dapat membuat daerah rongga-seperti kosong dalam ruang sekitar itu sendiri sebelum meledak dalam acara supernova. Rongga akan menjelaskan mengapa sisa-sisa RCW 86 tersebar di daerah yang relatif lebih besar dari ledakan serupa. Ketika ledakan terjadi, rongga memperbolehkan materi dari bintang untuk mengeluarkan tanpa halangan dari debu ruang dan gas.
NASA masuk dalam berita cukup banyak akhir-akhir ini, jadi kami menyusun foto yang menyoroti berita dari lembaga ruang angkasa.
lebih lengkapnya kunjungi http://id.ibtimes.com
Astronom China mencatat sebuah "guest star" misterius yang muncul di langit malam di AD 185. Peristiwa kosmik kuno, yang digambarkan dalam buku sejarah China "Book of the Later Han," hanya ditentukan oleh para ilmuwan pada tahun 1960 sebagai pengamatan yang pernah tercatat pertama dari supernova. Sekarang pengamatan dari Space Telescope NASA spritzer dan Survei Explorer Medan Wide-Inframerah telah menunjuk bintang yang para astronom China lihat 2.000 tahun yang lalu.
"Saya pikir ini sangat menarik bahwa kita sekarang dapat mengatakan dengan pasti, tetapi kepastian tidak mutlak, bahwa RCW 86 adalah sisa 185 AD," kata Jacco Vink dari Universitas Utrecht di Belanda, yang mempelajari sisa-sisa supernova di 2006.
Supernova itu mudah diamati karena RCW 86 diledakkan di sebuah wilayah yang bebas dari debu ruang dan gas. Ledakan ini memungkinkan untuk perjalanan jauh lebih cepat dan lebih jauh dari yang akan dinyatakan.
"Ini sisa supernova menjadi benar-benar besar, sangat cepat," kata Brian Williams, seorang astronom di North Carolina State University di Raleigh, dan penulis utama studi tersebut. "Ini dua sampai tiga kali lebih besar dari yang kita harapkan untuk sebuah supernova yang meledak disaksikan hampir 2.000 tahun yang lalu. Sekarang, kami telah mampu akhirnya menentukan penyebabnya."
RCW 86 terletak sekitar 8.000 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan supernova Type1a yang dipicu oleh kematian dari sebuah bintang kerdil putih.
"Sebuah bintang kerdil putih seperti bara asap rokok yang terbakar habis," kata Williams. "Jika Anda menuangkan bensin di atasnya, itu akan meledak."
Data dari Teleskop spritzer dan WISE mampu membersihkan misteri mengapa supernova itu begitu besar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bintang kerdil putih dapat membuat daerah rongga-seperti kosong dalam ruang sekitar itu sendiri sebelum meledak dalam acara supernova. Rongga akan menjelaskan mengapa sisa-sisa RCW 86 tersebar di daerah yang relatif lebih besar dari ledakan serupa. Ketika ledakan terjadi, rongga memperbolehkan materi dari bintang untuk mengeluarkan tanpa halangan dari debu ruang dan gas.
NASA masuk dalam berita cukup banyak akhir-akhir ini, jadi kami menyusun foto yang menyoroti berita dari lembaga ruang angkasa.
lebih lengkapnya kunjungi http://id.ibtimes.com
Label:
Astronomy,
Extra terrestrial,
Misteri,
Ufo
Insiden ufo Versi inggris
Di Amerika Serikat (AS), para peneliti UFO dan orang biasa gemar berbicara tentang apa yang terjadi di Roswell, New Mexico pada bulan Juli 1947. Hal itu sudah menjadi bagian dari cerita rakyat Amerika. Namun sesuatu yang juga sangat aneh terjadi di Suffolk, Inggris pada bulan Desember 1980 dan dikenal dengan “Roswell Inggris”. Terletak kira-kira delapan mil timur Ipswich, Inggris, Hutan Rendlesham meliputi area seluas 3.700 acre (sekira 1719 hektar). Hutan tersebut juga terletak di dekat pangkalan militer, yang disebut dengan RAF (Royal Air Force) Bentwaters dan RAF Woodbridge. Pada tahun 1980, masing-masing pangkalan itu digunakan oleh Angkatan Udara AS dan berada di bawah komando Kolonel Gordon E. Williams. Ingat, waktu itu adalah masa Perang Dingin dan ada banyak orang Amerika yang ditugaskan di Inggris pada waktu itu.Kira-kira pada pukul tiga pagi pada 26 Desember 1980, seorang petugas patroli keamanan yang berada di dekat Gerbang Timur di RAF Woodbridge melaporkan melihat sebuah benda terbang aneh di kegelapan hutan. Mulanya, petugas tersebut melihat sejumlah cahaya aneh yang bergerak melewati pepohonan, sebagaimana halnya cahaya terang dari obyek yang tidak dikenal.
Beberapa waktu kemudian setelah pukul 4 pagi, polisi setempat juga dihubungi untuk ke tempat tersebut namun ia melaporkan bahwa cahaya yang dapat dilihat hanyalah cahaya yang berasal dari sebuah mercu suar yang berada di dekat pangkalan.
Beberapa pilot yang berada di sana malam itu lalu mengaku melihat sebuah obyek metalik yang berbentuk seperti kerucut dan tertutupi kabut kuning. Benda itu dilaporkan melayang di atas area terbuka di dalam hutan. UFO tersebut mendenyutkan cahaya merah di bagian atas dan serangkaian cahaya biru di bagian bawahnya. Salah seorang pilot mengklaim telah melihat roda pendaratan berbentuk segitiga pada obyek tersebut dimana obyek itu meninggalkan tiga jejak di tanah yang dilihat pada keesokan harinya.
Para pilot juga melaporkan bahwa obyek melayang yang aneh itu nampak bergerak menjauhi mereka ketika mereka mendekatinya. Para pilot mengikuti obyek tersebut sepanjang obyek itu melayang di atas padang di dekatnya. UFO tersebut lalu menghilang di langit malam, demikian tulis sebuah situs.
Pada saat istirahat siang, para pilot kembali ke area terbuka kecil di hutan tersebut dimana UFO itu pertama kali terlihat. Mereka menemukan tiga jejak kecil dengan pola segitiga, juga tanda bekas terbakar dan dahan yang rusak di pohon-pohon di dekatnya. Mereka juga menemukan radiasi dengan tingkat sangat tinggi di tempat dimana dahan-dahan rusak. Pada pukul 10.30 pagi, polisi setempat dihubungi kembali, kali ini agar melihat jejak-jejak di atas tanah. Polisi Inggris menyimpulkan bahwa jejak-jejak itu kemungkinan berasal dari sejenis hewan, demikian menurut situs tersebut.
Pada 28 Desember malam, Letkol Charles Halt, yang waktu itu menjabat sebagai wakil komandan pangkalan, membentuk sebuah tim besar pilot untuk menyelidiki penampakan tersebut dan berharap dapat mengakhiri rumor.
Sebaliknya, Halt dan timnya menyelidiki UFO lainnya. Mereka menduga telah berjumpa dengan sebuah “cahaya seperti matahari berwarna merah” yang bergerak dan berdenyut kira-kira di hutan Rendlesham. UFO tersebut kemudian memisahkan diri menjadi lima obyek putih dan menghilang di langit malam. Segera setelah itu, para pilot memperhatikan tiga obyek seperti bintang yang bermanuver di langit, yang kadang menyorotkan cahaya ke bawah.
Ketika dalam penyelidikan, sebuah cahaya yang menyorot terlihat melewati padang menuju timur, hampir satu jalur dengan rumah pertanian di sekitar tempat itu. Halt juga merekam ceritanya tentang apa yang ia lihat waktu itu dengan menggunakan tape recorder.
Menurut salah sebuah keterangan, makhluk alien kecil dengan kepala melengkung seperti kubah diduga keluar dari UFO dan Kolonel Gordon Williams berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa isyarat, seperti yang ada di film “Close Encounters of the Third Kind”. Bagaimanapun, cerita ini datang dari rumor yang tidak jelas.
Sebagai bagian dari legenda insiden Hutan Rendlesham, para pilot diduga diwawancarai dan diperintahkan oleh atasan mereka untuk tutup mulut tentang apa yang mereka lihat. Salah satu saksi mata mengkalim telah diperintahkan untuk menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan bahwa UFO terebut adalah sungguh sebuah cahaya mercu suar.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah saksi mata tampil menceritakan apa yang mereka lihat. Tayangan dari AMerika “Unsolved Mysteries” dan “UFO Hunters” dari History Channel telah membuat acara mengenai peristiwa Hutan Rendlesham. Para jurnalis Inggris juga melihat apa yang terjadi.
Kini, hutan tersebut nampak berbeda dengan tahun 1980 karena badai besar yang menghantam Inggris pada tahun 1987. Namun, di sana ada jejak UFO yang memberitahukan kepada para pengunjung mengenai apa yang terjadi pada malam yang dingin di bulan Desember 1980.
Label:
Extra terrestrial,
Ufo
Selasa, 08 November 2011
twitter mobile web/wap client (memudahkan ber-twitter ria)
twitter web client adalah aplikasi yg memudahkan kita menggunakan twitter, jika kita membuka twitter mengguankan official sitenyaseperti www.twitter.com / m.twitter.com kita akan mendapat sedikit kesulitan(bagi pemula) karena itu di buat client yg tujuannya memudahkan kita bermain twitter, selain itu fitur di client tidak sama seperti di official, dimana client lebih lengkap,mudah dan ringan
Dabr - dabr.co.uk/
Salah satu aplikasi twitter dari pihak ketiga yang open source adalah Dabr. Karena open source maka aplikasi ini bebas digunakan atau dikembangkan oleh siapa saja.
-twitter mobile wap client yang cukup lengkap
-lebih mudah melakukan search, replay, retweet, DM, followers, following, friends,
-ringan timeline di opera mini hanya 15/kb
-tidak suport long update .(Tuitwit dan tweete suport)
Ubersocial mobile - m.ubersocial.mobile
kita tahu ubersocial merupakan app yg biasa di buka di balckberry , namun ubersocial mengeluarkan versi web untuk para pengguna non bb dan android.namun source yang di gunakan adalah dabr. jadi fitur sama saja , hanya berbeda ketika update status muncul from ubersocial mobile
Tweete - m.tweete.net/
tweete adalah Situs garapan orang australia yang cukup lengkap. Semua yang tidak ada di twitter versi mobile bisa anda dapatkan disini. Fitur fiturna antara lain:
- Search, replay, retweet, DM, followers, following, friends, usertimeline ada disini.
- Di menu pengaturan terdapat pilihan tema, avatar, thumbnail, hastag, refresh, account dll.
- suport upload foto
- suport long update - bisa lebih update 140k arakter
- super ringan hemant kuota.
tuitwit - tuitwit.com/
ini adalah mobile web client yang sering saya gunakan,alasan saya menggunakan ini karena ringan(hemat kuota) dan tuitwit merupakan twitter client asli buatan indonesia .fitur di dalam tuitwit sebenarnya hampir sama dengan tweete .hanya saja tuitwit sedikit lebih sempurna. bisa dikatakan tuitwit adalah tweete yang di sempurnakan
- suport long update - bisa lebih update 140k arakter
- super ringan hemant kuota.
- setting 10tweet timeline per page hanya 7/kb(opera mini)
tenang, masih banyak mobile web client lainya seperti :
citcuit (rekomendasi)
twitanic
flusr
tituit (rekomendasi)
write longer (rekomendasi)
fluppy (rekomendasi)
TWITSTAT
twitter axis
slandr
imezi.com (rekomendasi)
mobiter
twetmob
twetcath
tweetchat
ststusvia
mtuit.com
twistraw
twiterous
tuiti
oh iya bila kalian nemu mobile client selain yg saya sebut di atas email saya di hendroprs@gmail.com thx
kalo anda kurang jelas follow saya yang ganteng ini @hendroprasety hehehe
Label:
Lain-lain
Minggu, 14 Agustus 2011
Fakta Menarik Tentang X-jAPAN
-Mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi menyatakan bahwa ia adalah penggemar berat X Japan. Ia berkata bahwa musik-musik X Japan telah mengubah cara berpikirnya sebagai seorang politisi, dan juga mengubah pandangannya mengenai masyarakat Jepang. Lagu yang paling disukai Junichiro Koizumi adalah lagu "Forever Love".
-X Japan merupakan influence terbesar bagi banyak band-band Visual Kei lainnya. Ruki (Death Voice The Gazette) bahkan berkata bahwa X Japan merupakan band yang pertama ia saksikan.
-hide,merupakan orang yang sangat dihormati oleh banyak J-Rocker.Banyak juga J-Rocker yang memutuskan untuk menjadi seorang J-Rocker karena terinspirasi oleh hide, antara lain adalah Hitsugi (gitaris Nightmare), Hiroto (gitaris Alice Nine), Takehito (gitaris Ayabie),dan Intetsu (bassis Ayabie).
-X mempunyai sebuah permainan video untuk konsol Sega Saturn yang berjudul "X-Japan Virtual Shock 001". Dalam permainan ini, pemain bertugas sebagai fotografer untuk memfoto kegiatan-kegiatan personil X Japan di atas dan di belakang panggung.
-X Japan mempunyai grup orkestra yang khusus membawakan lagu-lagu milik X Japan,yaitu X Orchestra.
-Hampir 90% lagu-lagu X Japan diciptakan oleh Yoshiki, hal ini dikarenakan hampir seluruh personil X Japan berpikir betapapun bagusnya mereka membuat sebuah lagu, akan tetap lebih bagus lagu buatan Yoshiki.Hanya hide-lah satu-satunya personil X Japan yang berani memberi kritik terhadap lagu yang diciptakan Yoshiki, hal ini menyebabkan Yoshiki merasa sangat "kehilangan" saat hide meningga
-Lagu X Japan yang berjudul "Rose of Pain" bercerita tentang Ratu Elizabeth Bathory (Prancis,abad XVI & XVII) yang gemar membunuh para warganya lalu mandi dengan darah mereka,hanya untuk menjaga kecantikannya.
Sumber : wkipedia
-X Japan merupakan influence terbesar bagi banyak band-band Visual Kei lainnya. Ruki (Death Voice The Gazette) bahkan berkata bahwa X Japan merupakan band yang pertama ia saksikan.
-hide,merupakan orang yang sangat dihormati oleh banyak J-Rocker.Banyak juga J-Rocker yang memutuskan untuk menjadi seorang J-Rocker karena terinspirasi oleh hide, antara lain adalah Hitsugi (gitaris Nightmare), Hiroto (gitaris Alice Nine), Takehito (gitaris Ayabie),dan Intetsu (bassis Ayabie).
-X mempunyai sebuah permainan video untuk konsol Sega Saturn yang berjudul "X-Japan Virtual Shock 001". Dalam permainan ini, pemain bertugas sebagai fotografer untuk memfoto kegiatan-kegiatan personil X Japan di atas dan di belakang panggung.
-X Japan mempunyai grup orkestra yang khusus membawakan lagu-lagu milik X Japan,yaitu X Orchestra.
-Hampir 90% lagu-lagu X Japan diciptakan oleh Yoshiki, hal ini dikarenakan hampir seluruh personil X Japan berpikir betapapun bagusnya mereka membuat sebuah lagu, akan tetap lebih bagus lagu buatan Yoshiki.Hanya hide-lah satu-satunya personil X Japan yang berani memberi kritik terhadap lagu yang diciptakan Yoshiki, hal ini menyebabkan Yoshiki merasa sangat "kehilangan" saat hide meningga
-Lagu X Japan yang berjudul "Rose of Pain" bercerita tentang Ratu Elizabeth Bathory (Prancis,abad XVI & XVII) yang gemar membunuh para warganya lalu mandi dengan darah mereka,hanya untuk menjaga kecantikannya.
Sumber : wkipedia
Label:
Musik
Langganan:
Postingan (Atom)






